Palu —|◈| Celebes News Post |◈|– Sulawesi Tengah — Masyarakat Kabupaten Poso dan Sulawesi Tengah tengah diselimuti duka atas wafatnya ulama kharismatik sekaligus tokoh perdamaian, KH Muhammad Adnan Arsal, pada Jumat petang sekitar pukul 18.30 WIB setelah menjalani perawatan intensif akibat kondisi kesehatan yang menurun.
Kepergian sosok yang dikenal luas sebagai perintis rekonsiliasi dalam konflik sosial Poso itu meninggalkan kesedihan mendalam, khususnya bagi masyarakat yang selama ini mengenang dedikasi dan perjuangannya dalam memulihkan persatuan di wilayah tersebut.
Kabar wafatnya almarhum disampaikan oleh pihak Yayasan Wakaf Amanatul Ummah, lembaga yang didirikan sebagai wujud pengabdian beliau kepada umat dan masyarakat. Ucapan belasungkawa pun datang dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh agama, masyarakat sipil, hingga para sahabat yang pernah bersama beliau dalam upaya menjaga kedamaian di Poso.
Semasa hidupnya, KH Muhammad Adnan Arsal dikenal sebagai salah satu figur yang memiliki peran besar dalam meredakan ketegangan saat konflik sosial melanda Poso pada masa lalu. Di tengah situasi yang penuh tekanan dan perpecahan, beliau konsisten menempuh jalur dialog, musyawarah, dan pendekatan kemanusiaan untuk mengakhiri pertikaian.
Sikap tersebut menjadikan beliau dikenang sebagai simbol perdamaian dan pemersatu masyarakat. Almarhum meyakini bahwa penyelesaian konflik tidak dapat dicapai melalui kekerasan, melainkan melalui komunikasi yang terbuka, saling memahami, dan semangat persaudaraan.
Setelah masa konflik berlalu, pengabdian beliau terus berlanjut melalui pendirian Yayasan Wakaf Amanatul Ummah pada tahun 2001 yang berlokasi di Kayamanya, Poso. Yayasan ini bergerak di bidang pendidikan, dakwah, kegiatan sosial kemanusiaan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Bagi warga Poso, KH Muhammad Adnan Arsal bukan sekadar seorang ulama, tetapi juga sosok yang berhasil menyalakan kembali harapan di tengah luka sosial pascakonflik. Peran dan gagasannya dalam menumbuhkan kembali rasa percaya, persatuan, serta budaya musyawarah menjadi warisan moral yang sangat berarti.
Wafatnya beliau menjadi kehilangan besar bagi masyarakat Sulawesi Tengah. Meski demikian, nilai-nilai perdamaian, persatuan, dan dialog yang selama ini beliau perjuangkan diyakini akan terus hidup dan menjadi teladan bagi generasi masa depan. ( Red )
—|◈| Celebes News Post |◈|–








