Jakarta, Delikpos — Fenomena ular masuk kawasan perkotaan dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah dalam beberapa waktu terakhir. Kejadian ini memicu kewaspadaan warga setelah beberapa ular ditemukan di permukiman padat, saluran air, hingga area perkantoran.
Sejumlah laporan yang dihimpun dari berbagai daerah menyebutkan, ular kerap muncul di lingkungan warga terutama saat perubahan cuaca dan musim hujan. Kondisi tersebut diduga mendorong habitat ular terganggu sehingga hewan melata itu mencari tempat yang lebih hangat dan sumber makanan baru.
Petugas pemadam kebakaran dan tim penyelamat hewan di beberapa kota mengaku menerima peningkatan laporan evakuasi ular dari rumah warga. Jenis ular yang ditemukan pun beragam, mulai dari ular tidak berbisa hingga ular yang berpotensi membahayakan.
Pakar lingkungan menjelaskan, maraknya pembangunan dan berkurangnya ruang terbuka hijau turut berkontribusi terhadap fenomena ini. Ular yang kehilangan habitat alaminya cenderung berpindah ke kawasan pemukiman manusia.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan waspada jika menemukan ular. Warga disarankan tidak melakukan penanganan sendiri dan segera menghubungi petugas terkait agar proses evakuasi dilakukan secara aman.
Selain itu, menjaga kebersihan lingkungan, menutup celah rumah, serta menghindari tumpukan barang yang dapat menjadi tempat persembunyian ular menjadi langkah pencegahan yang dianjurkan.
Fenomena ini menjadi pengingat pentingnya keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan demi meminimalkan konflik antara manusia dan satwa liar.
(Delikpos)








